Menu Close

Category: Berita & Kegiatan

Fenomena benda asing tanggal 29 Juli 2021 di wilayah Pasirkaliki

Fenomena benda asing yang terjadi pada hari Kamis, 29 Juli 2021 di wilayah Pasirkaliki Cicendo Bandung, tepatnya di Jln Dr Rum pukul 08.30 WIB bukan merupakan fenomena meteorologis, seperti Pelangi, Halo, Aurora atupun fenomena optik lainnya yang terjadi di atmosfer.

Berdasarkan observasi cuaca yang dilakukan BMKG Bandung, kondisi atmosfer/ langit dalam kondisi cerah berawan dan kecepatan angin 6 km/jam. Terpantau awan Cirrus (tinggi), dan tidak terpantau adanya awan hujan (Cb). Berdasarkan data pengamatan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa fenomena yang terlihat oleh masyakarat pada hari kamis kemarin di langit di wilayah Pasirkaliki Kota Bandung, bukan merupakan fenomena meteorologis.
Berdasarkan hal-hal diatas, maka fenomena dengan ciri benda yang bergerak di angkasa biasanya terkait dengan fenomena antariksa.

Beberapa contoh fenomena meteorologis yang tampak secara visual di wilayah Indonesia,  yang sering terjadi adalah fenomena optik seperti pelangi, fenomena halo, dan warna langit yang merah atau keunguan. Selain itu di wilayah lintang tinggi, biasa terjadi fenomena aurora atau langit dengan berbagai warna yang berpijar.

Dihimbau kepada masyarakat untuk melaporkan fenomena-fenomena yang terjadi di atmosfer atau fenomena meteorologis ke lembaga-lembaga pemerintah yang valid, sehingga memperoleh informasi yang valid dan ilmiah berdasarkan data pengamatan yang ada.

Facebook : BMKG Bandung
Twitter : BMKG Bandung
Instagram : BMKG Bandung
Web : bmkgbandung.id

Sumber gambar instagram @bandungtalk

 

GEMPABUMI TEKTONIK M7,8 DI ALASKA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI DI WILAYAH INDONESIA

GEMPABUMI TEKTONIK M7,8 DI ALASKA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI DI WILAYAH INDONESIA

Kejadian dan Parameter Gempabumi:
Hari Kamis, 29 Juli 2021 pukul 13:15:47 WIB wilayah Pantai Alaska diguncang gempa tektonik. Hasil info pendahuluan BMKG menunjukkan gempabumi ini berkekuatan M=7,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi Mw=8,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 55,77° LU dan 157,97° BB, atau tepatnya berlokasi di Alaska Peninsula, Amerika Utara pada kedalaman 10 km.

Jenis dan Mekanisme Gempabumi:
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas pada lempeng Alaska. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik ( thrust fault ).

Dampak Gempabumi:
Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia, sehingga BMKG tidak mengeluarkan Peringatan Dini Tsunami.

Gempabumi Susulan:
Hingga hari Kamis, 29 Juli 2021 pukul 16:00 WIB, telah terjadi 3 kali aktivitas gempabumi susulan ( aftershock ) dengan magnitudo M=6,3; M=5,8; dan M=4,9.

Rekomendasi:
Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram channel (https://t.me/InaTEWS_BMKG), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*

Jakarta, 29 Juli 2021
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG
BAMBANG SETIYO PRAYITNO, M.Si