Menu Close

Sejarah Stasiun Geofisika Bandung

Sejarah Stasiun Geofisika Bandung dimulai pada tahun 1949 dengan nama Jawatan Meteorologi dan Geofisika yang berada dibawah Departemen Perhubungan dan berkedudukan di Gedung Sate Bandung bergabung dengan Pemda Jawa Barat yang sekarang merupakan kantor Gubernur Jawa Barat. Pada tahun 1950 Stasiun Geofisika Bandung memisahkan diri dan berpindah tempat ke Jalan Cipaganti No. 115 dengan spesifikasi bidang Geofisika dan dikepalai oleh Bapak W.F.C.H.G Smeets dengan pegawai berjumlah 6 orang. Dilengkapi pula dengan pengamatan Meteorologi terbatas. Selain itu di Lembang tepatnya daerah Baru Laksana juga telah memiliki kantor untuk peramatan Listrik Udara dan di Kampung Pencut dekat dengan teropong bintang telah dibangun kantor untuk peramatan Gempabumi dengan alat peramatan strong motion tiga komponen dengan model pias menggunakan jelaga.

Pada tahun 1962 Kepala Stasiun Geofisika Bandung dijabat oleh Bapak Drs. R.P. Sudarmo. Pada tahun 1970 digantikan oleh Bapak Sulaeman Ismail. Sekitar tahun 1971 Stasiun Geofisika Bandung berpindah tempat ke lokasi baru di Jalan Cemara No. 66 sampai dengan sekarang. Selain pengamatan Geofisika, di lokasi yang baru ini telah dilengkapi pula oleh Taman Alat Meterologi untuk pembuatan Synop dan Prakiraan Cuaca. Bapak Sulaeman Ismail digantikan oleh Bapak Suhardi tahun 1976. Tahun 1988 digantikan oleh Bapak Efendi Saleh. Tahun 1991 digantikan oleh Bapak Sunyoto, Dipl Seis. Tahun 2001 digantikan oleh Bapak Drs. Taufik Rivai, DEA. Tahun 2003 digantikan oleh Bapak Drs. H. Hendri Subakti, M.Si. Pada masa kepemimpinan beliau BMKG membuka lokasi baru untuk Stasiun Observatori yang berada di Pelabuhan Ratu Sukabumi diatas tanah 10 HA. Pada tahun 2008 Kepala Stasiun digantikan oleh Bapak Drs. Jaya Murjaya, M.Si. Tahun 2009 digantikan oleh Bapak H. Jumadi, ST sampai dengan tahun 2012 kemudian diganti oleh Bapak M. Hidayat, S.Si. Pada Bulan November 2014 diganti oleh Bapak Rifwar Kamin, S.Si , kemudian pada bulan November 2016 diganti oleh Bapak Tony Wijaya, S.Si sampai dengan sekarang.

Seiring berjalannya waktu dan kemajuan teknologi Stasiun Geofisika Bandung telah banyak mengalami perubahan dan perbaikan dari mulai kantor yang sederhana sampai sekarang ini dan dimulai dari peralatan yang konvensional/manual sampai peralatan yang digital/komputerisasi. Lokasi Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, berada di Jl. Cemara No.66 Bandung, dengan koordinat 06º 53º LS – 107º 35ºBT, elevasi 791 meter.

Peralatan pengamatan Gempabumi di Stasiun Geofisika Bandung :

  • 1/1/1963 : Seismograph WWSSN (World- Wide Standardized Seismograph Network) jenis Beniof Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen
  • 2002 : Seismograph PS-2 Kinemetrics
  • 25/04/2005 : Seismograph JISNET
  • 2007 : Seismograph CTBTO Broadband
  • 30/11/2011 : Seiscomp-3

Peralatan pengamatan Geofisika di Stasiun Geofisika Bandung :

  • Intensitymeter pALERT
  • Lightning Detector
  • Teropong bintang VIXEN
  • DMI Fluxgate Magnetometer FGE
  • Proton Magnetometer
  • Portable Proton Magnetometer

Gambar alat :

Seismometer WWSN Short Period

Seismometer WWSN Short Period

Seismometer WWSSN Long Period

Komponen EW Seismometer WWSN Long Period

Seismometer WWSSN Long Period Sprengneter

Time and Power Console Seismograph WWSSN

Time and Power Console Seismograph WWSSN

Seismograph WWSSN

Seismograph WWSSN

Seismometer JISNET Guralph CMG-3T

Seismometer Kinemetrics Ranger SS-1

Seiscomp-3

Ruang Observasi Gempabumi