Menu Close

Category: Gempa Bumi Terkini

Gempa Bumi Terkini

Info Gempa Mag:4.8, 07-Oct-19 00:19:34 WIB, Lok:8.27 LS – 108.24 BT (82 km Tenggara KAB-TASIKMALAYA-JABAR), Kedlmn: 23 Km ::BMKG

GEMPABUMI TEKTONIK M4.8 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-TASIKMALAYA-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

• Hari Senin, 07 Oktober 2019, pada pukul 00:19:34 WIB, Wilayah KAB-TASIKMALAYA-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=4.8 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 8.27 LS – 108.24 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 82 km Tenggara KAB-TASIKMALAYA-JABAR dengan kedalaman 23 Kilometer.

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Zona Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia.

• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran, Garut Selatan dengan Skala Intensitas II MMI, Di Tasikmalaya, Sukabumi Jawa Barat dengan Skala Intensitas I – II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 00:51 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 07 Oktober 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang

HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

GEMPABUMI TEKTONIK M2.9 MENGGUNCANG WILAYAH KUNINGAN-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

• Hari Minggu, 29 September 2019, pada pukul 08:56:04 WIB, Wilayah KUNINGAN-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=2.9 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 7.1 LS – 108.59 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 17 km Tenggara KUNINGAN-JABAR dengan kedalaman 13 Kilometer.

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar lokal wilayah setempat.

• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kab. Kuningan dengan Skala Intensitas II – III MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 09:17 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 29 September 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang
HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

GEMPABUMI TEKTONIK M4.2 MENGGUNCANG WILAYAH LEBAK-BANTEN, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

• Hari Jumat, 20 September 2019, pada pukul 20:15:26 WIB, Wilayah LEBAK dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=4.2 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 7.46 LS – 106.09 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 101 km BaratDaya LEBAK-BANTEN dengan kedalaman 7 Kilometer.

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktifitas Subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia.

• Dampak gempabumi berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Kec. Pabuaran, Kec. Surade, Kec. Ciracap dan Kec. Jampang Tengah dengan Skala Intensitas II – III MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 21:00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 1 event gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 20 September 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang

HENDRO NUGROHO, ST, M.Si