Menu Close

Category: Geofisika

Geofisika

GEMPABUMI TEKTONIK BERUNTUN MENGGUNCANG WILAYAH SUKABUMI, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

 

• Hari Senin, 19 Agustus 2019, Wilayah SUKABUMI DAN SEKITARNYA diguncang dua kali gempa dirasakan, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Pertama pada pukul 22:52:16 berkekuatan M=2.5 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.78 LS – 106.51 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 23 Km BARATLAUT SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer. Kedua pada pukul 23:10:47 berkekuatan M=3.4 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.85 LS – 106.58 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 30 Km BARATLAUT SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 4 Kilometer

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.

• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas I – II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 23:50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 19 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang

HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

GEMPABUMI TEKTONIK M4.3 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-PANGANDARAN-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

GEMPABUMI TEKTONIK M4.3 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-PANGANDARAN-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

• Hari Senin, 19 Agustus 2019, pada pukul 11:00:27 WIB, Wilayah KAB-PANGANDARAN-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=4.3 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 8.09 LS – 108.09 BT, tepatnya berada di Laut pada jarak 62 km BaratDaya KAB-PANGANDARAN-JABAR dengan kedalaman 78 Kilometer.

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Menengah akibat aktivitas Zona Subduksi (Megathrust) di Selatan pulau Jawa dimana Lempeng Indo-Australia menyelusup menunjam kebawah Lempeng Eurasia.

• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Pangandaran dengan Skala Intensitas I – II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 11:17 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 19 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang

HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

GEMPABUMI TEKTONIK M3.0 MENGGUNCANG WILAYAH KAB-SUKABUMI-JABAR, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

 

• Hari Senin, 19 Agustus 2019, pada pukul 08:13:12 WIB, Wilayah KAB-SUKABUMI-JABAR dan sekitarnya diguncang gempabumi Tektonik. Analisis BMKG menunjukkan bahwa gempabumi berkekuatan M=3.0 dengan pusat gempabumi terletak pada koordinat 6.77 LS – 106.53 BT, tepatnya berada di Darat pada jarak 24 km BaratLaut KAB-SUKABUMI-JABAR dengan kedalaman 8 Kilometer.

• Ditinjau dari lokasi epicenter dan kedalaman hiposenternya tampak bahwa gempabumi yang terjadi merupakan gempabumi Dangkal akibat aktivitas Sesar Citarik.

• Dampak gempabumi yang digambarkan oleh peta tingkat guncangan (Shakemap) BMKG dan berdasarkan laporan dari masyarakat, gempabumi ini dirasakan di wilayah Sukabumi dengan Skala Intensitas I – II MMI. Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut.

• Hingga laporan ini dibuat pukul 08:42 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Kepada Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan terus mengikuti informasi dari BMKG, karena BMKG akan terus memantau perkembangan gempabumi tersebut.

• Pastikan informasi resmi Gempabumi dengan Skala Magnitudo kurang dari 5 (lima) hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui website (http://balai2.bmkg.go.id/).

Tangerang Selatan, 19 Agustus 2019
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang

HENDRO NUGROHO, ST, M.Si

GEMPABUMI TEKTONIK M5,0 MENGGUNCANG KABUPATEN MUKOMUKO, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

• Hari Rabu, 14 Agustus 2019, pukul 01.38.38 WIB, wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Sumatera diguncang gempabumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M=5,0 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=4,8. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 3,17 LS dan 101,2 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69 km arah selatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Propinsi Bengkulu pada kedalaman 55 km.

• Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di magathrust. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran mendatar naik (oblique thrust fault).

• Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Mukomuko dan Kota Bengkulu III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ) dan Lebong II – III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

• Hingga pukul 02.20 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

• Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempabumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempabumi.

• Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id/gempabumi/gempabumi-terkini.bmkg atau inatews.bmkg.go.id), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg (user pemda ,pwd pemda-bmkg) atau infobmkg.*

Jakarta, 14 Agustus 2019
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG

RAHMAT TRIYONO, S.T., Dipl. Seis, M.Sc.